Tampilkan postingan dengan label Outstanding Figure. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Outstanding Figure. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 Juli 2008

Einstein

Albert Einstein foto oleh Oren J. Turner tahun 1947. Albert Einstein (14 Maret 1879–18 April 1955) adalah seorang ilmuwan fisika teoretis yang dipandang luas sebagai ilmuwan terbesar dalam abad ke-20. Dia mengemukakan teori relativitas dan juga banyak menyumbang bagi pengembangan mekanika kuantum, mekanika statistik, dan kosmologi. Dia dianugerahi Penghargaan Nobel dalam Fisika pada tahun 1921 untuk penjelasannya tentang efek fotoelektrik dan “pengabdiannya bagi Fisika Teoretis”. Setelah teori relativitas umum dirumuskan, Einstein menjadi terkenal ke seluruh dunia, pencapaian yang tidak biasa bagi seorang ilmuwan. Di masa tuanya, keterkenalannya melampaui ketenaran semua ilmuwan dalam sejarah, dan dalam budaya populer, kata Einstein dianggap bersinonim dengan kecerdasan atau bahkan jenius. Wajahnya merupakan salah satu yang paling dikenal di seluruh dunia. Albert Einstein, Tokoh Abad Ini (Person of the Century) Pada tahun 1999, Einstein dinamakan “Tokoh Abad Ini” oleh majalah Time. Kepopuleran nya juga membuat nama “Einstein” digunakan secara luas dalam iklan dan barang dagangan lain, dan akhirnya “Albert Einstein” didaftarkan sebagai merk dagang. Untuk menghargainya, sebuah satuan dalam fotokimia dinamai einstein, sebuah unsur kimia dinamai einsteinium, dan sebuah asteroid dinamai 2001 Einstein. Rumus Einstein yang paling terkenal adalah E=mc²

Albert Einstein

* "Imagination is more important than knowledge. For knowledge is limited, whereas imagination embraces the entire world, stimulating progress, giving birth to evolution." ("What Life Means to Einstein" di The Saturday Evening Post, 26 Oktober 1929.)
o Imajinasi lebih penting dari pengetahuan. Pengetahuan itu terbatas, sedangkan imajinasi meliputi seluruh dunia, merangsang kemajuan, melahirkan evolusi.
* "Never do anything against conscience even if the state demands it." (Dikutip oleh Virgil Henshaw dalam Albert Einstein: Philosopher Scientist, 1949)
o Jangan pernah melawan kata hati walaupun negara memerintahkan.
* "The most fundamental question we can ever ask ourselves is whether or not the universe we live in is friendly or hostile." (Dikutip oleh Harald Anderson dalam Reinventing Failure: Designing Success)
* "Imagination is more important than knowledge. For knowledge is limited, whereas imagination embraces the entire world, stimulating progress, giving birth to evolution." ("What Life Means to Einstein" di The Saturday Evening Post, 26 Oktober 1929.)
o Imajinasi lebih penting dari pengetahuan. Pengetahuan itu terbatas, sedangkan imajinasi meliputi seluruh dunia, merangsang kemajuan, melahirkan evolusi.
* "Never do anything against conscience even if the state demands it." (Dikutip oleh Virgil Henshaw dalam Albert Einstein: Philosopher Scientist, 1949)
o Jangan pernah melawan kata hati walaupun negara memerintahkan.
* "The most fundamental question we can ever ask ourselves is whether or not the universe we live in is friendly or hostile." (Dikutip oleh Harald Anderson dalam Reinventing Failure: Designing Success)

Selasa, 22 Juli 2008

Ebiet G. Ade: Teguh bermusik dengan kesederhanaan

Nama lengkapnya Abid Ghoffar Aboe Dja'far, satu nama yang amat berbau Timur Tengah. Pastilah tidak banyak mengenal siapa pemilik nama bersangkutan. Namun, begitu disebut nama Ebiet G. Ade tentu bukan nama yang asing. Abid Ghoffar Aboe Dja'far adalah nama asli pelantun sekaligus pencipta sederet lagu bertutur yang sempat menjadi hits seperti Camellia, Aku Ingin Pulang, Cinta Sebening Embun, Seraut Wajah, atau Kupu-kupu Kertas. Sejak muncul pada 1970-an, musisi senior Indonesia kelahiran Wanadadi Banjarnegara 58 tahun lalu itu tetap menempati posisi terhormat dalam belantika musik Indonesia. Meskipun begitu, dia sangat membumi yang menjadi ciri khasnya. Sederetan lagu-lagu Ebiet senantiasa dihafal orang. Saat bencana tsunami menghantam Aceh dan Nias pada 2004, lagu Ebiet berjudul Untuk Kita Renungkan selalu diputar di mana-mana. Tak ayal, penggemar Ebiet yang kini sudah menginjak usia mapan tidak begitu saja kehilangan selera saat petikan-petikan gitar Ebiet kembali menggema di tengah semakin maraknya musik baru di Tanah Air. Peristiwa itu tampak saat konser Ebiet bertajuk Live in Concert Ebiet G. Ade: Aku Ingin Pulang di hadapan para calon pembeli apartemen Lavande Jakarta Selatan. Saat musisi sejawatnya seperti mendiang Chrisye dan Vina Panduwinata menggelar konser akbar di gedung mewah, atau pada akhir 2007 beberapa penyanyi lawas beraksi dalam satu panggung Konser Melody Kenangan, nama Ebiet seakan dilewatkan. Bagi Ebiet hal itu tidak menjadi hal yang patut menimbulkan rasa iri atau sakit hati. Ebiet justru menikmati saat-saat tampil di depan para penggemarnya dengan suasana hangat dan dekat. Jauh dari sebuah tontonan mewah, megah dan dihadiri oleh kurang dari 100 orang, ternyata memang menjadi style kawan dekat Emha Ainun Nadjib ini. "Saya sendiri merasa tidak nyaman tampil dalam panggung besar dengan orkestra megah dan didukung banyak orang. Konsep konser saya kesederhanaan," ujar Ebiet yang kala itu tampil dengan bekal gitar dan setelan celana krem serta jaket hitam. Ebiet tidak peduli berapa banyak orang yang datang memenuhi tribun penonton atau berapa banyak sponsor yang ikut mendukung acara malam itu. Yang paling penting adalah saat tampil, Ebiet mampu memberi kepuasan pada semua pendengar. "Saya senang saat orang tidak disuguhi panggung yang gemerlap tetapi benar-benar disuguhi sesuatu yang memuaskan telinga sebenarnya dan telinga hati," ujarnya. Konsep panggung seperti itulah yang menyebabkan banyak ketidakcocokan antara Ebiet dan sang promotor saat tengah merencanakan konser tunggal. Tahun ini saja ada tiga tawaran manggung dari tiga promotor yang meminta Ebiet tampil sendiri. Namun, semua ditolak karena tidak sesuai dengan konsepnya. Batalkan konser Bahkan bapak empat anak ini pernah membatalkan jadwal konser karena salah satu anak perempuan Ebiet yang tengah berada di luar negeri tidak bisa datang saat konser dan batal memainkan harmoni piano bersama sang ayah. Akan tetapi, pada suatu masa Ebiet justru merasa puas dengan penampilan di depan ibu-ibu petani dan pedagang pinggir Kali Progo Yogyakarta meski hanya diterangi lampu obor dan dibayar dengan sepiring kacang godhok. Perjalanan karier semacam itulah yang membuat pria yang pernah sangat akrab dengan komunitas musisi jalanan Malioboro ini tampil menjadi sosok musisi bersahaja. "Jika nama saya jarang disebut justru membuat saya bangga karena barangkali saya dikelompokkan dalam kelompok yang istimewa," ujarnya sembari tersenyum. Meskipun begitu Ebiet cukup percaya diri jika karya-karyanya tidak akan dilewatkan begitu saja dan dilupakan orang. Ebiet juga tetap memiliki obsesi untuk tampil di depan penggemar dalam sebuah pentas panggung, tetapi masih mengusung konsep kesederhanaan. Akan tetapi, menurutnya, konsep kesederhanaan yang dimaksud jangan disalahtafsirkan sebagai konsep konser murahan dan jelek. Konsernya harus tetap sebuah aksi panggung yang memberi nilai lebih bagi perjalanan baik bagi karier maupun para pencintanya. Sebagai langkah awal obat rindu untuk para penggemar, tengah mempersiapkan album religius yang akan mulai dirilis tahun ini. Meskipun tidak menyebutkan siapa musisi yang akan digandengnya nanti, Ebiet akan tetap menciptakan beberapa lagu baru ditambah beberapa lagu religius yang sudah populer sebelumnya meski tampil dengan aransemen baru. Ebiet berharap albumnya itu nanti akan memberi warna baru bagi dunia musik Indonesia, di tengah tren musik belakangan yang tampak seragam. Satu pesan yang disampaikan Ebiet, musisi-musisi muda Tanah Air diharapkan tidak hanya berorientasi pada kepopuleran semata, tetapi juga mampu menyuguhkan satu nuansa musik yang fenomenal dan kekal abadi. Dan hal itulah yang telah Ebiet buktikan bersama-sama kawan sejawat pada eranya. (wulandari@bisnis.co.id)